Floating Image
Floating Image
Jumat, 13 Februari 2026

Gubernur Bobby Kecewa Warga Sumut Berobat ke Luar Negeri Habiskan Rp 7 Triliun, Sindir Pihak RS


Oleh admintajam
12 Februari 2026
tentang Daerah
Gubernur Bobby Kecewa Warga Sumut Berobat ke Luar Negeri Habiskan Rp 7 Triliun, Sindir Pihak RS - TajamNews

-

249 views



Sumut - Tajamnews.co.id
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyatakan kekecewaannya terhadap masih tingginya minat warga Sumut berobat ke luar negeri. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan adanya persoalan serius dalam kualitas dan kepercayaan terhadap layanan kesehatan di daerah.

Bobby mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dimilikinya, setiap tahun dana masyarakat Sumatera Utara yang mengalir ke luar negeri untuk keperluan pengobatan mencapai lebih dari Rp7 triliun. Jumlah tersebut dinilai sangat besar dan merugikan potensi pengembangan sektor kesehatan di dalam negeri.

Menurutnya, fenomena tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit yang beroperasi di Sumut. Ia menegaskan bahwa rumah sakit perlu segera berbenah, terutama dalam aspek tata kelola, pelayanan, dan kenyamanan pasien.

Bobby menilai persoalan ini sebagai bentuk persaingan layanan kesehatan. Karena itu, rumah sakit di Sumut diminta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik agar masyarakat kembali percaya dan memilih berobat di daerah sendiri.

Ia menekankan pentingnya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pasien sejak pertama kali menginjakkan kaki di rumah sakit. Pelayanan yang ramah dan profesional disebut menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri Seminar dan Workshop Perumahsakitan yang diselenggarakan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sumut di Medan. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan prioritas utama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Bobby juga memberikan instruksi tegas agar tidak ada lagi fasilitas kesehatan yang menolak pasien dengan alasan biaya. Ia menekankan bahwa akses layanan kesehatan harus terbuka bagi seluruh masyarakat.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemprov Sumut yang saat ini menjalankan program pelayanan kesehatan cukup dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sumatera Utara. Program tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan medis.

Gubernur menyebutkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan akan berdampak langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumut. Oleh karena itu, rumah sakit diminta memperlakukan pasien secara manusiawi dan profesional.

Ketua Umum PERSI, Bambang Wibowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil Pemprov Sumut. Ia menegaskan bahwa rumah sakit bukan hanya entitas bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.

Bambang juga mendorong rumah sakit untuk mulai mengadopsi teknologi terbaru, termasuk pemanfaatan sistem digital dan kecerdasan buatan, guna meningkatkan mutu layanan dan efisiensi operasional.

Senada dengan itu, Ketua PERSI Wilayah Sumut, Syaiful Munawar Sitompul, menilai pemanfaatan teknologi, khususnya AI dalam sistem rekam medis, dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di daerah.

Ia menyebut PERSI Sumut siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program Universal Health Coverage (UHC), sehingga masyarakat tidak lagi merasa perlu mencari layanan kesehatan ke luar negeri.

Di sisi lain, Bobby Nasution juga menanggapi laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait keterlibatan 1.073 pegawai Pemprov Sumut dalam aktivitas judi online. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut.

Bobby menjelaskan bahwa para pegawai yang teridentifikasi telah diberikan teguran tertulis dan akan terus dipantau. Jika di kemudian hari masih ditemukan pelanggaran serupa, Pemprov Sumut tidak akan ragu menjatuhkan sanksi yang lebih tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.


Penulis

admintajam

Berita Lainnya dari Daerah