Simalungun - Tajamnews.co.id
Jumlah petugas kebersihan di kawasan wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, mengalami pengurangan seiring kebijakan efisiensi anggaran. Dari sebelumnya 40 orang, kini petugas yang bertugas di kawasan tersebut tersisa 26 orang.
Pengurangan jumlah personel terjadi di tengah tingginya volume sampah di Parapat yang mencapai sekitar 12 ton per hari. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri mengingat Parapat merupakan salah satu kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba.
Camat Girsang Sipangan Bolon, Victor Saragih, mengatakan pemerintah kecamatan terpaksa turun tangan untuk memastikan pelayanan kebersihan tetap berjalan, terutama di area dengan aktivitas wisata dan perdagangan yang padat.
Victor menjelaskan, saat ini tiga unit truk sampah dioperasikan setiap hari dengan masing-masing truk melakukan dua kali pengangkutan. Pada akhir pekan dan musim libur, volume sampah diperkirakan akan meningkat seiring bertambahnya jumlah wisatawan.
Menurutnya, persoalan kebersihan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga berpengaruh terhadap citra Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas nasional. Oleh karena itu, koordinasi antara kecamatan, kelurahan, dan pengelola kebersihan terus diperkuat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Simalungun, Daniel Silalahi, memastikan kerja sama pengelolaan kebersihan di empat wilayah telah berlaku efektif sejak 1 Februari 2026. Parapat mendapat alokasi personel terbanyak, yakni 26 orang, karena statusnya sebagai kawasan wisata utama.