Tapteng - tajamnews.co.id
Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada Rabu (11/2/2026). Peristiwa ini menyebabkan ribuan rumah warga terdampak, bahkan tanggul yang sebelumnya dibangun di Kecamatan Tukka kembali mengalami kerusakan.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan bahwa banjir terjadi secara cepat dan tidak terduga. Ia menjelaskan bahwa perubahan kondisi cuaca yang ekstrem menjadi salah satu faktor utama terjadinya banjir kali ini.
Masinton menuturkan bahwa pada siang hari cuaca masih cerah dan panas. Namun menjelang sore, sekitar pukul 17.00 WIB, wilayah tersebut tiba-tiba dilanda hujan dengan intensitas sangat tinggi, termasuk di kawasan perbukitan di daerah hulu.
Ia menjelaskan bahwa wilayah yang kembali terendam merupakan daerah yang juga terdampak banjir pada November 2025 lalu. Air sungai meluap dengan membawa sedimen yang sebelumnya telah dibersihkan, sehingga memperparah kondisi banjir.
Selain itu, sejumlah tanggul darurat yang telah dibangun pascabanjir sebelumnya kembali jebol. Banjir kali ini juga disertai material kayu yang terbawa arus deras.
Pemerintah daerah bersama petugas terkait telah mengevakuasi warga dari wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk segera menghindari daerah rawan banjir, tetap waspada terhadap potensi longsor, serta mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi dan pemantauan berlangsung.