Sumut, Tajamnews.co.id
Salah satu pegawai di Rutan Kelas llB Balige disebut-sebut di unjuk untuk menjalankan tugas sebagai Bawah Kendali Operasi (BKO) yang tujuannya berangkat ke lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Papua.
Pegawai itu merupakan bagian staff alias tangan kanan KPR berinisial Brilian Pradikta. Dari informasi yang diterima awak media, Staff tersebut bukannya berangkat, ia justru ikut menjadi bagian "Pengutip" hasil lodes.
Selain itu, sumber yang berkomunikasi ke awak media melalui telepon menyebut praktik jual beli kamar benar-benar terjadi di Rutan Kelas llB Balige. Entah apa tujuannya, sumber beberkan biaya yang mesti dikeluarkan narapidana.
"Per kamar, mereka para bos kamar setor Rp25 juta. Kalau di press Narapidana itu tidak mungkin mereka tidak bunyi," papar dia mengatakan bos kamar masing-masing menyetorkan hasil bisnis ilegal per hari Kamis.
Terbaru, pasca terbitnya pemberitaan sebelumnya dengan judul "Staff Tangan Kanan KPR Rutan Balige Penyambung Kutipan Bisnis Ilegal Para Napi", sumber yang berasal dari Rutan Balige membongkar bahwa itu adalah mainan belaka.
"Skenario semua ini. Karena pas terbit berita, mereka kemudian sibuk melakukan berbagai cara untuk menutupi segala mainan yang ada di dalam, termasuk razia itu sudah settingan KPR," ungkap sumber, Selasa (7/7/2026) jam 13.00 WIB.
"Intinya semua sudah merasa panas adanya berita utama yang sudah naik," bilang sumber lagi mengaku, pihaknya akan selalu memantau segala situasi sekaligus membongkar kejahatan pegawai hingga KPR Rutan Kelas llB Balige.
Terlepas dari informasi ini, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas llB Noel Lumban Tobing belum memberikan jawaban. Bahkan, setelah dihubungi ulang, nomor yang dituju sudah tidak aktif, sehingga dipastikan KPR buang badan. (Red)