Floating Image
Floating Image
Senin, 24 Agustus 2026

"Menguak Kembali Kasus Kematian JJM, Demi Rasa Keadilan"


Oleh admintajam
23 Agustus 2026
tentang Kriminal
"Menguak Kembali Kasus Kematian JJM,  Demi Rasa Keadilan" - TajamNews

-

402 views



Siantar - tajamnews.co.id
Publik, khususnya keluarga korban bisa saja sedikit lega, ketika para tersangka pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian alm. JJM sudah ditangkap dan ditahan pihak Polres Pematangsiantar, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Namun, rasa lega itu belum sepenuhnya memberikan rasa keadilan bagi publik, kehususnya keluarga korban yang mengharapkan kasus kematian ini diungkap secara transparan dan sistematis, ketika motif, dalang dan pihak-pihak lain yang terlibat langsung dalam peristiwa tersebut belum terserat dalam penanganan hukum. 

Pengungkapan kasus kematian yang coba dikembangkan Polres Pematangsiantar, lewat adegan rekonstruksi yang dilakukan pada 6 Agustus 2026, bertempat di Mapolres Pematangsiantar, masih menyisakan kejanggalan dan pertanyaan besar dari keluarga korban. 

Menurut Ibu korban, adegan rekonstruksi itu, tidak menggambarkan secara utuh rangkaian keterhubungan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya, sehingga patut diduga telah terjadi rekayasa peristiwa untuk menutupi keterlibatan aktor lainnya. 

Keterputusan rangkaian peristiwa itu, sampai saat ini belum ditemukan secara pasti, siapa sebenarnya orang yang membuat Tatto di Taman Bunga Pematangsiantar?. 

Bahwa, sebagaimana awal peristiwa ini bermula, dari adanya dugaan pemerasan dalam hal pembuatan tatto, namun orang yang disebut sebagai korban pemerasan tersebut HH, tidaklah sebagai pihak yang datang seorang diri, melainkan ada temannya WS yang berada di lokasi, bahkan ditengarai orang yang membuat tatto tersebut bukan HH, melainkan WS. 

Sesaat sebelum peristiwa penganiayaan yang menyebabkan kematian JJS, para pelaku terlebih dahulu membawa Sihaloho sebagai pembuat tatto ke kedai kopi yang berada di samping Taman Hewan Pematangsiantar. 

Selanjutnya diketahui tempat tersebut dikenal dengan Kedai Kopi Angkringan DPR, dimana WS dan isterinya RS ada di lokasi tersebut sewaktu si Haloho di bawa kesana.

Dalam peristiwa ini, lokasi-lokasi dan orang yang berada di lokasi tidak pernah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk kebutuhan pengembangan kasus. 

Tidak berhenti sampai disitu. Ada dugaan kuat, keterlibatan WS dan RS memberikan instruksi kepada RNS untuk mencari tukang tatto bermarga Sihaloho, sebelumnya.

 Setelah terjadi penganiayaan terhadap JJS di Taman Bunga oleh para pelaku, selanjutnya JJS di bawa ke RS. Vita Insani Pematangsiantar. 

Saat berada di RS. Vita Insani, diduga WS ikut melakukan penganiayaan kembali terhadap JJS sewaktu berada di dalam mobil. 

Agar, lebih melengkapi keterhubungan rangkaian peristiwa ini, patut dan layak pula untuk menemukan hubungan WS dengan RS. 

Penegakan hukum tidak boleh hanya difokuskan pada hilirisasi pengungkapan kasus, tetapi dia harus mampu menjangkau hulu sebagai awal mula peristiwa itu terjadi, dengan demikian rasa keadilan dan penghormatan terhadap hak hidup nilai-nilai kemanusiaan dapat terwujud.

Penulis

admintajam

Berita Lainnya dari Kriminal