Tajamnews.co.id, Sumut- Setelah dua kali terbit pemberitaan terkait bisnis jual beli kamar seharga Rp25 juta di Rutan Kelas llB Balige, tersirat kabar Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Noel Lumban Tobing mencoba memerintahkan beberapa Media luar untuk melakukan take down (Hapus Berita).
Hal ini terjadi setelah awak media Tajamnews.co.id baru-baru ini banyak menerima panggilan telepon yang membawa perintah dari Noel Lumban Tobing agar pemberitaan segera di hapus.
Tak hanya itu, KPR juga disebut-sebut turut memerintahkan beberapa Media untuk menerbitkan pemberitaaan sanggahan. Seperti melakukan razia dadakan, hingga pengosongan barang milik Narapidana.
"Langsung gercep mereka sibuk urus ini itu saat Pemberitaan naik sampai sekarang," ungkap seorang sumber yang layak dipercaya, Rabu (8/7/2026) sore pukul 16.54 WIB, via sambungan telepon selular.
Publik pun meminta agar persoalan jual beli kamar seharga Rp25 juta hingga staff Rutan Kelas llB Balige bernama Brilian yang tidak mengikuti BKO agar menjadi perhatian bagi Kakanwil Sumut dan Ditjenpas.
Berita sebelumnya, sejumlah Narapidana Rutan Balige disebut sibuk membangun kerajaan bisnisnya hingga berbagai pungli berseliweran. Napi bisa kaya, sementara, napi dhuafa bisa mati tak berdaya.
Sumber mendeskripsikan sejumlah peran yang dimainkan setiap WBP, hingga Peran oknum nakal rutan Balige.
"Dan untuk para napi disana, kalau untuk menjadi Kepala Kamar kita harus membeli kamar mencapai Rp25 juta perminggu per hari Kamis dan ini harus disetor ke tamping dan lanjut ke, staff KPR. Pokoknya bos kamar pasti dapat tekanan sehingga mereka terpaksa nyetor," ucapnya, Senin (6/7/2026) pukul 12.00 WIB lalu. (Tim)