Floating Image
Floating Image
Selasa, 16 Juni 2026

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, menegaskan bahwa partainya tidak lagi mempersoalkan langkah politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)


Oleh admintajam
16 Juni 2026
tentang Politik
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, menegaskan bahwa partainya tidak lagi mempersoalkan langkah politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) - TajamNews

-

224 views



Tajamnews.co.id.
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, menegaskan bahwa partainya tidak lagi mempersoalkan langkah politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), termasuk isu yang menyebut Jokowi akan segera menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Deddy, hubungan politik antara PDIP dan Jokowi telah berakhir sejak Jokowi resmi dipecat dari keanggotaan partai berlambang banteng tersebut. Karena itu, apa pun pilihan politik Jokowi ke depan, termasuk jika bergabung dengan PSI, bukan lagi menjadi urusan PDIP.

"Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai. Beliau sudah dipecat dari keanggotaan partai, sehingga mau memakai jaket partai apa pun, itu menjadi urusan Jokowi sendiri," kata Deddy kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Deddy juga menyindir bahwa secara de facto, Jokowi sebenarnya sudah lama berada di lingkaran PSI. Ia menilai hal itu terlihat dari posisi putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PSI.

Selain itu, Deddy menilai Jokowi selama ini turut berperan dalam membesarkan PSI, termasuk dengan mendorong sejumlah orang yang dekat dengannya di lingkungan pemerintahan dan BUMN untuk bergabung dengan partai tersebut.

Terkait potensi dampak bergabungnya Jokowi ke PSI terhadap kekuatan PDIP, Deddy mengaku belum dapat memberikan penilaian karena Pemilu masih cukup lama. Namun, ia menegaskan bahwa PDIP terus memantau aktivitas PSI di berbagai daerah.

Deddy menuding ada upaya sistematis dari PSI untuk menarik kader-kader PDIP agar berpindah partai. Menurutnya, sasaran pendekatan tersebut mencakup anggota legislatif, kepala daerah, pengurus partai, hingga kader di tingkat daerah.

Ia juga mengaku menerima informasi mengenai adanya tawaran bantuan material kepada sejumlah kader yang diajak bergabung ke PSI. Meski demikian, Deddy menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Di sisi lain, Deddy menegaskan bahwa PDIP tidak gentar menghadapi PSI yang disebut mendapat dukungan penuh dari Jokowi. Ia mengingatkan bahwa pada Pemilu 2024, PSI tetap gagal menembus ambang batas parlemen meskipun saat itu berada di tengah dukungan jaringan kekuasaan.

Lebih lanjut, Deddy menilai upaya PSI merekrut kader bukan hanya menyasar PDIP, tetapi juga partai-partai lain seperti NaDem, Demokrat, dan PAN. Karena itu, menurutnya, PSI berpotensi menghadapi perlawanan dari banyak partai politik.

Sementara itu, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, memastikan bahwa Jokowi akan menduduki posisi Dewan Pembina PSI. Ia mengatakan proses seremoni pemberian jaket PSI kepada Jokowi hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.

Namun, Bestari menegaskan bahwa pemberian jaket tersebut bersifat simbolis, karena kedekatan Jokowi dengan PSI dinilai sudah terlihat sejak lama.

Penulis

admintajam

Berita Lainnya dari Politik