Floating Image
Floating Image
Sabtu, 6 Juni 2026

Ahmad Sahroni Bantu Biaya Operasi Korban Beg4l Brutal di Medan


Oleh admintajam
06 Juni 2026
tentang Berita
Ahmad Sahroni Bantu Biaya Operasi Korban Beg4l Brutal di Medan - TajamNews

-

276 views



Mesan - tajamnews.co.id
Guntur Sugoro (41), korban pembegalan brutal di Jalan Pasaribu, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, kini mulai berangsur pulih setelah menjalani perawatan intensif di RS Siloam Medan.

Korban yang bekerja sebagai satpam di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu sebelumnya mengalami luka serius akibat dibacok dan ditembak menggunakan senapan angin rakitan oleh lima pelaku begal pada Senin (11/5/2026) malam.

Kasus tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah diketahui peluru masih bersarang di tubuh korban karena keterbatasan biaya operasi yang disebut mencapai puluhan juta rupiah.

Saat ditemui di rumah sakit, Jumat (29/5/2026), Guntur mengaku kondisinya mulai membaik usai menjalani perawatan selama lima hari. Peluru yang sempat bersarang di tubuhnya juga telah berhasil diangkat oleh tim medis.

“Ya, saat ini kondisi saya sudah mulai membaik. Sudah lima hari dirawat di sini, pelayanannya sangat baik dan peluru yang bersarang juga sudah diangkat,” ujarnya.

Guntur turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang disebut membantu biaya pengobatan dan operasinya.

“Terima kasih kepada Bapak Sahroni. Kalau bukan karena beliau, mungkin saya tidak bisa dirawat di sini,” katanya.

Meski kondisinya mulai pulih, Guntur berharap pemerintah lebih serius memperhatikan korban kejahatan jalanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kota Medan.

Ia juga mengaku kelelahan dengan proses hukum yang dijalaninya karena dalam kondisi sakit masih harus mengikuti olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Sebelumnya, kasus ini viral di media sosial setelah muncul informasi korban sempat dipulangkan dari RSUD Dr Pirngadi Medan dengan peluru masih berada di tubuhnya. Namun pihak rumah sakit membantah kabar tersebut dan menyebut keluarga korban yang menolak rujukan ke rumah sakit lain.


Penulis

admintajam

Berita Lainnya dari Berita