Tapteng - tajam ews.co.id
Banjir susulan kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), tepatnya di Desa Gunung Kulambu, Kelurahan Hutabalang, dan Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, pada Minggu (15/2/2026). Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak pukul 16.30 WIB hingga malam hari memicu meluapnya air dan memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Seorang warga Desa Gunung Kulambu, Yas Mur Ndraha, mengatakan banjir kali ini jauh lebih besar dibandingkan peristiwa serupa yang terjadi pada 25 November 2024 lalu. Menurutnya, kondisi banjir saat ini sulit diperkirakan dan terus mengalami peningkatan.
Ia menjelaskan, rumah-rumah warga serta jalan umum menuju Desa Gunung Kulambu dan Kelurahan Hutabalang telah terendam air dengan arus yang cukup deras. Seiring naiknya ketinggian air, warga setempat memilih mengungsi untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Yas Mur mengungkapkan, pada banjir-banjir besar sebelumnya rumahnya tidak pernah kemasukan air. Namun pada kejadian kali ini, air banjir sudah masuk ke dalam rumahnya. Ia berharap seluruh warga diberi kekuatan dan keselamatan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Kondisinya sangat melelahkan karena harus menyeberangi arus air yang deras. Kami hanya bisa bertahan dan berdoa,” ujarnya.
Ia juga berharap warga yang telah berpengalaman menghadapi banjir sebelumnya dapat lebih sigap menyelamatkan diri, mengingat banjir kali ini disebutnya lebih besar dibandingkan beberapa bulan lalu.
Di wilayah lain di Kecamatan Badiri, banjir juga terjadi di Kelurahan Lopian. Ketinggian air diperkirakan mencapai 50 hingga 100 sentimeter dengan arus yang kuat. Sungai Lopian meluap hingga menutup badan Jalan Lintas Sibolga–Padangsidimpuan, menyebabkan kemacetan panjang ratusan kendaraan dari kedua arah.
Warga yang tinggal di sepanjang jalan lintas tersebut terpaksa dievakuasi oleh tim Basarnas menggunakan perahu karet. Sejumlah pengendara, terutama roda dua, mengalami mogok akibat nekat melintasi banjir, sehingga harus mendorong kendaraannya dan memperparah kemacetan.
Salah seorang pengendara, Andre Sihombing, mengaku memilih tidak melintasi genangan air karena derasnya arus banjir. Hingga berita ini diturunkan, hujan dilaporkan mulai reda, namun genangan air masih belum surut. Belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir susulan tersebut.