Floating Image
Floating Image
Jumat, 19 Juni 2026

Kronologi Warga Meninggal Dianiaya Oknum TNI, Berujung Amuk Massa di Sumut


Oleh admintajam
18 Juni 2026
tentang Kriminal
Kronologi Warga Meninggal Dianiaya Oknum TNI, Berujung Amuk Massa di Sumut - TajamNews

-

13 views



Labura - tajamnews.co.id
Kasus dugaan penganiayaan warga di Labuhan Batu Utara (Labura) yang menewaskan Luis David Hutabarat (33), melibatkan oknum TNI dan mantan TNI.

Dandim 0209/LB menjelaskan duduk perkara penganiayaan berujung maut tersebut.

Dandim 0209/LB, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, membenarkan dua orang yang punya latar belakang TNI diperiksa atas dugaan penganiayaan terhadap Luis. 

Adapun dua orang itu berpangkat Serma, di antaranya inisial BD dari Kodim di bawah Kodam Iskandar Muda, Aceh, dan satu lagi pensiunan inisial B yang pernah bertugas di Kodam I Bukit Barisan. 

"Mereka ini sifatnya Satgas yang bertugas sebagai sekuriti di PT A," kata Hanung kepada Kompas melalui saluran telepon pada Rabu (17/6/2026). 

"Jadi, (diduga) mereka menangkap pencuri, tetapi ada reaksi berlebihan sehingga mengakibatkan meninggal," sambungnya.

Dia menuturkan, setelah mendapatkan informasi itu, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian mengamankan D dan BD pada hari kejadian. 

"Saat ini, dua orang itu sudah ditahan dalam rangka pemeriksaan di Polres Labuhanbatu," ucapnya.

"Untuk penetapan tersangka dan hukumannya apa nanti akan dirilis segera," tandasnya. 

-- Kata Kuasa Hukum Korban --

 
Sebelumnya diberitakan, Surya Dayan Nasution, selaku kuasa hukum keluarga korban, mengatakan insiden itu terjadi di Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh pada Selasa (16/6/2026).

Kala itu, sekitar pukul 16.00 WIB, korban bersama empat kawannya dengan mengendarai dua sepeda motor beranjak dari kebun mertuanya menuju rumah.  
 
"Terus di perjalanan, mereka dicegat sama pihak keamanan PT A itu, ada enam orang dengan lima motor," kata Surya dilansir Kompas melalui saluran telepon pada Rabu (17/6/2026).

Dia menuturkan, sepeda motor korban sempat ditabrak sehingga terjatuh. Lalu, korban bersama kawan yang dibonceng lari dari lokasi dengan meninggalkan sepeda motor.

"Terus tertangkaplah korban ini. Di situ dia dianiaya," ucap Surya.

Istri korban, yang berada tak jauh dari lokasi, pun mencoba mencari keberadaan korban. 
 
Tak lama, korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi sudah tak bernyawa.

"Ada memar di bagian wajah dan leher," ungkapnya.

Setelah itu, jenazah korban dibawa polisi ke Polsek Kualuh Hulu lalu ke Rumah Sakit Umum Labura.

Kini, jenazah korban masih berada di rumah duka.

"Saat ini, kami sedang di Polres Labuhanbatu. Setahu kami, ada 4 orang yang ditangkap. Satu eks TNI, satu TNI aktif, dan dua warga sipil," bebernya. 

Ia menuturkan, pihaknya telah membuat laporan resmi ke Polres Labuhanbatu sejak Rabu, 17 Juni 2026.

Pihaknya berharap agar para pelaku diproses hukum sesuai aturan berlaku.

"Korban ini meninggalkan empat orang anak. Dia sehari-hari bekerja sebagai tukang muat dan timbang buah sawit," ujarnya.

Kasus ini berujung amuk massa yang menggeruduk dan melakukan pembakaran Kantor dan mess milik PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Regional 1, sebelumnya dikenal PT Grahadura Leidong Prima, di Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), dibakar massa, Selasa (16/6) 

Penulis

admintajam

Berita Lainnya dari Kriminal