Floating Image
Floating Image
Senin, 19 Januari 2026

3 Bulan Kapolres SML Dikonfirmasi, Judi Togel Justru Kian Subur. Warga : Mimpilah Kita!


Oleh admintajam
19 Januari 2026
tentang Kriminal
3 Bulan Kapolres SML Dikonfirmasi, Judi Togel Justru Kian Subur.  Warga : Mimpilah Kita! - TajamNews

-

185 views



Simalungun - Tajamnews.co.id
Praktik perjudian jenis tebak angka berhadiah (togel) kembali menjadi sorotan tajam publik di Kecamatan Tanah Jawa, Hatonduhan, Huta Bayu Raja, Jawa Maraja Bahjambi, Kabupaten Simalungun. Meski telah berulang kali diberitakan oleh berbagai media dan dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH), aktivitas ilegal ini tetap berlangsung bebas dan terang-terangan. Hal ini memunculkan pertanyaan besar, ’ada apa sebenarnya dengan penegakan hukum di wilayah Simalungun?’, Mengapa bandar dan koordinator lapangan nya yang disebut-sebut sebagai otak jaringan besar ini, seperti kebal hukum?

Kondisi ini bukan hanya memperlihatkan lemahnya penegakan hukum di Kabupaten Simalungun, justru praktik illegal tersebut sudah menjadi industri gelap yang bebas beroperasi di setiap pelosok desa. Bahkan warung kopi dan warung tuak dijadikan markas operasionalnya. Tapi, respon dari kepolisian?, Tidak ada. Sangat memungkinkan timbulnya dugaan miring karena adanya simbiosis mutualisme antara bandar dan oknum aparat.

Aroma Pembiaran dan Dugaan “Setoran” ke Aparat

Situasi ini membuat publik semakin geram. Banyak yang menilai aparat penegak hukum tidak lagi berfungsi sebagai pelindung masyarakat, tetapi justru diduga menjadi bagian dari sistem yang melanggengkan kejahatan tersebut. Dugaan adanya “setoran bulanan” kepada oknum aparat kepolisian pun semakin nyaring terdengar.

Berdasarkan pantauan Tajam news dibeberapa lokasi serta keterangan masyarakat, praktik judi togel tersebut justru telah lama beroperasi hingga menyasar masyarakat kalangan bawah. Juru tulis bebas menawarkan ’mimpi instan’ kepada warga, dengan iming-iming peruntungan lewat hadiah tebak angka, tanpa rasa takut akan jeratan hukum. Aparat penegak hukum seolah tak pernah hadir, atau mungkin sengaja tak ingin melihat.

Hal ini semakin merujuk kepada dugaan pembiaran, manakala AKBP Marganda Aritonang selaku Kapolres Simalungun diduga hanya memberikan angin segar, ketika dikonfirmasi melalui seluler nya sejak November 2024 silam.

”Ok, kita lidik dan tinjut ya”, jawab Marganda ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (19/01).

Mirisnya penegakan hukum di Kabupaten Simalungun justru semakin memicu kekecewaan publik, ’mampukah APH bekerja sesuai tupoksinya?’, atau justru bagian dari sistematis yang tersusun rapi?.

Inisial ASENG KAYU– pun digadang sebagai oknum Bandar Besar dari bisnis haram tersebut, yang mana diduga telah menetralisir APH guna memuluskan bisnis haram yang telah meracuni kalangan masyarakat tersebut.

”Polisi mau memberantas togel di simalungun ini pak?, jangan mimpi lah kita. Sudah cukup masyarakat dengan janji manis itu”, kesal seorang warga Huta Bayu yang telah resah dengan aktifitas haram tersebut.

Kini, Polda Sumut melalui Polres Simalungun dihadapkan pada persimpangan Validitas Kerja — mampukah secara presisi memberantas praktik judi togel di wilayah hukum Kabupaten Simalungun?, atau justru menimbulkan lemah nya kepercayaan publik terhadap instansi yang dianggap sebagai tonggak/pilar penegakan hukum tersebut.  (Tim)

Penulis

admintajam

Berita Lainnya dari Kriminal