Floating Image
Floating Image
Kamis, 2 Juli 2026

Mulia Sirait Yang Sebelumnya Hilang Di Seret Arus Sungai Bah Tongguran Di temukan Sudah Tidak Bernyawa


Oleh admintajam
02 Juli 2026
tentang Peristiwa
Mulia Sirait Yang Sebelumnya Hilang Di Seret Arus Sungai Bah Tongguran Di temukan Sudah Tidak Bernyawa - TajamNews

-

151 views



Simalungun - tajamnews.co.id
Tim Basarnas menemukan jasad Mula Sirait, 58 tahun, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Bah Toguran, Desa Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 11.26 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar satu kilometer dari titik awal korban diduga hanyut.

Keberadaan korban pertama kali diketahui setelah drone thermal milik Basarnas menangkap visual mencurigakan di aliran sungai. Informasi tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti oleh tim yang berada di darat.

Tak lama setelah itu, korban berhasil dievakuasi dari aliran sungai. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Sebelumnya, Mula Sirait dilaporkan hilang pada Minggu, 28 Juni 2026. Pada pagi hari, seorang saksi bernama Bunga Sianturi sempat melihat sepeda motor korban melintas di penyeberangan menuju ladang.

Namun, hingga siang hari korban tidak kunjung terlihat. Kecurigaan muncul setelah sepeda motor korban ditemukan masih terparkir di tepi sungai, sementara pemiliknya tidak ditemukan.

Warga bersama personel Polsek Tanah Jawa sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga polisi kemudian meminta bantuan Basarnas.

Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan membagi pencarian menjadi dua jalur. Sebagian personel menyisir bantaran sungai, sedangkan tim lainnya mengoperasikan drone thermal untuk memantau aliran sungai dari udara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan penggunaan drone thermal membantu mempercepat proses pencarian di medan yang cukup sulit.

“Korban berhasil ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian awal setelah terdeteksi melalui visual drone thermal. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Hery juga mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat.

Selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Aliran sungai yang menyempit di beberapa titik, rimbunnya vegetasi, serta jarak pandang yang terbatas menjadi tantangan bagi petugas.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh personel SAR Gabungan kemudian kembali ke satuan masing-masing.

Penulis

admintajam

Berita Lainnya dari Peristiwa