Sumut - tajamnews.co.id
Koordinator pawai obor Kota Medan, Taufik Ismail, menjelaskan bahwa pawai obor yang rutin digelar menjelang Ramadan memiliki makna dan tujuan tersendiri bagi umat Islam. Tradisi tersebut, kata dia, merupakan warisan leluhur yang terus dijaga dan dilestarikan hingga kini, termasuk di Sumatera Utara.
Menurut Taufik, pawai obor menjadi simbol kebiasaan masyarakat tempo dulu dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari nilai budaya dan keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Ia menambahkan, pelaksanaan pawai obor juga dimaksudkan sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi yang pernah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Dengan terus dilaksanakan, diharapkan tradisi tersebut tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi muda.
Selain melestarikan budaya, pawai obor juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarumat Islam. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kebersamaan, khususnya bagi masyarakat di Kota Medan dan wilayah sekitarnya.
Taufik menyebutkan, pawai obor tahun ini melibatkan sekitar 95 elemen masyarakat. Kehadiran berbagai elemen tersebut diharapkan dapat memperluas jalinan silaturahmi, dari yang sebelumnya tidak saling mengenal menjadi lebih akrab. Peserta pawai berasal dari Kota Medan, Deli Serdang, hingga Binjai.
Salah seorang peserta pawai, Safitri (25), mengaku mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk persiapan menyambut bulan puasa. Ia berharap, melalui pawai obor, pelaksanaan ibadah Ramadan nantinya dapat berjalan dengan baik dan penuh keberkahan.
Menurutnya, pawai obor sudah menjadi agenda tahunan yang memberi makna tersendiri sebelum memasuki bulan suci. Ia pun berharap Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan lancar dan membawa kebaikan bagi semua.