Jakarta - tajamnres.co.id Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan telah menyerang situs-situs Houthi dan menghancurkan target yang mengancam kapal-kapal komersial. Serangan ini disebut sebagai respons atas serangan terhadap pelayaran di Laut Merah. Serangan tersebut terjadi setelah Houthi mengklaim serangan terhadap dua kapal Saudi minggu ini di Laut Merah.
"Militer Houthi yang teroris... menargetkan kapal-kapal dagang di Laut Merah," tulis Turki al-Maliki, juru bicara koalisi pimpinan Saudi, di media sosial X.
"Koalisi melakukan respons yang tegas dan kuat" dengan menargetkan situs-situs militer Houthi yang digunakan untuk mengancam pelayaran di Laut Merah dan bahwa "respons militer kini telah berakhir," imbuh al-Maliki.
2 Orang Luka Media Houthi Yaman mengatakan dua orang terluka akibat serangan udara Arab Saudi. Korban adalah seorang pekerja di kota Hodeida dan seorang wanita di pulau Kamaran.
"Seorang pekerja di gedung telekomunikasi terluka dalam agresi Saudi di kota Hodeida," kata televisi al-Masirah.
Houthi Bersumpah Balas Serangan Arab Saudi Kelompok pemberontak Houthi di Yaman bersumpah akan membalas Arab Saudi setelah mereka menuduh kerajaan tersebut menargetkan infrastruktur sipil. Ancaman pembalasan ini disampaikan seiring meluasnya perang Timur Tengah di seluruh wilayah.
Riyadh menyerang target militer Houthi di Hodeida, Yaman pada hari Jumat (24/7). Media Houthi melaporkan dua orang terluka setelah kelompok yang didukung Iran tersebut mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi dan menyerang kapal-kapalnya.
"Penargetan fasilitas sipil oleh musuh Saudi di Hodeida dan pulau Kamaran merupakan eskalasi yang berbahaya," tulis media Ansarollah milik Houthi di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (25/7/2026).
"Kami menegaskan bahwa kejahatan baru-baru ini tidak akan dibiarkan begitu saja," imbuhnya.
Sebuah sumber keamanan Yaman mengatakan kepada AFP bahwa pangkalan angkatan laut di kota pelabuhan Hodeida dan kamp militer di pulau Kamaran termasuk di antara target serangan Saudi.